Penerapan Metode Ummi Untuk Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Santri Pondok Pesantren Al-Manar Ketapang Daya, Ketapang, Sampang, Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.69526/birce.v1i1.459Keywords:
Ummi Method, Qur’anic literacy, Tajwīd, Tartīl, Islamic Boarding School, Community EngagementAbstract
Tujuan – Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan lancar (tartīl) sesuai prinsip tajwīd merupakan kompetensi mendasar bagi pelajar Muslim, termasuk siswa di Sekolah Asrama Islam Al-Manar, Ketapang Daya, Ketapang, Sampang, Jawa Timur. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam kefasihan membaca, panjang vokal, artikulasi (makhārij al-ḥ your ūf), dan kecemasan saat menerima umpan balik korektif dari guru. Program keterlibatan komunitas ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur'an melalui penerapan Metode Ummi. Desain/metodologi/pendekatan – Program ini menggunakan Metode Ummi, yang menekankan tiga prinsip: kemudahan, kesenangan, dan keterlibatan yang tulus. Proses pembelajaran menerapkan metode langsung yang memprioritaskan praktik langsung membaca tartīl sesuai tajwīd tanpa latihan ejaan yang berkepanjangan, dikombinasikan dengan teknik baca-dan-dengar klasik serta suasana pengajaran yang penuh empati. Pelaksanaan terdiri dari empat tahap: koordinasi awal dan penilaian, pelatihan guru berdasarkan tujuh program dasar Ummi (tashih, tahsin, dan sertifikasi dasar), delapan sesi pendampingan menggunakan instruksi baca-dan-dengar klasik, serta evaluasi melalui penilaian membaca pra-tes dan pasca-tes. Temuan – Program ini menghasilkan peningkatan skor rata-rata membaca Al-Qur'an siswa, akurasi tajwīd, dan artikulasi makhārij al-ḥ yourū f. Siswa juga menunjukkan kenyamanan dan kepercayaan diri yang lebih besar selama proses pembelajaran, terutama saat menerima umpan balik korektif. Selain itu, guru menunjukkan peningkatan kompetensi dalam menerapkan teknik baca-dan-dengar klasik serta pendekatan pedagogis yang hangat dan mendukung yang menjadi ciri khas Metode Ummi. Implikasi/keterbatasan pengabdian – Aktivitas ini diimplementasikan dalam satu pesantren dan dievaluasi melalui penilaian pra-tes dan pasca-tes. Oleh karena itu, hasilnya mungkin tidak dapat langsung digeneralisasi ke lingkungan pendidikan lain. Program di masa depan harus menggunakan evaluasi jangka panjang dan desain perbandingan di berbagai pesantren. Orisinalitas/nilai – Program keterlibatan komunitas ini memberikan model praktis untuk pendidikan Al-Qur'an dengan mengintegrasikan instruksi membaca yang terstruktur dengan pedagogi yang mendukung secara emosional. Metode Ummi menunjukkan potensi sebagai model berkelanjutan untuk meningkatkan literasi Al-Qur'an, kompetensi guru, kepercayaan diri siswa, dan kualitas pendidikan Islam berbasis komunitas.
References
Ummi Foundation. (2024). Program Dasar & Lanjutan Metode Ummi. Diakses dari laman resmi Ummi Foundation.
Ummi Foundation. (2024). 7 Program Dasar Metode Ummi. Diakses dari laman resmi Ummi Foundation.
Pasaribu, dkk. (2019). Standarisasi Kualitas Pembelajaran Al-Qur'an dengan Metode Ummi. Dikutip dalam kajian evaluasi pembelajaran Al-Qur'an metode Ummi.
Junaidin, & Usman. (2021). Pembelajaran Membaca Al-Qur'an sesuai Kaidah dengan Metode Ummi.
Al Amin Center. (2020). Belajar Al-Qur'an Metode Ummi dengan Mudah, Menyenangkan dan Menyentuh Hati.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zaglul Fitrian, Nailun Najah, Rismanto Rismanto, Moh. Hori (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








